Jangan Lupa Comment nya??..Bila Seseorang Menunggu terlalu lama yang bisa di harap adalah kedatangan walau satu detik untuknya...

Landasan Teori Sistem informasi geografis

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Informasi Geografis

2.1.1 Konsep Dasar Sistem

Istilah Sistem menjadi sangat populer belakangan ini, sistem digunakan untuk mendiskripsikan banyak hal, khususnya untuk aktivitas – aktivitas yang diperlukan untuk pemrosesan data. Usaha – usaha yang telah dilakukan pada masa lampau dalam mengaplikasikan teknologi untuk pemrosesan data terfokus pada pengembangan mesin – mesin yang mampu menjalankan operasi data yang lebih efisien seperti mesin ketik, mesin hitung, file – file mekanik, dan sebagainya.

Ada dua pendekatan yang digunakan untuk mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedur dan yang menekankan pada komponen.

Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur :

1. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama - sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

2. Prosedur sendiri seperti yang didefinisikan oleh Jery Fitz Gerald, Ardra F. Fitz Gerald dan warren D.Stalling, Jr adalah suatu urutan – urutan yang tepat dari tahapan – tahapan apa (what) yang harus dikerjakan , siapa (who) yang mengerjakan, Kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakanya.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen mendefinisikan sistem adalah sebagai Berikut :

1. Sistem adalah sekumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi dan berhubungan satu sama lainya untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Suatu sistem mempunyai maksud tertentu yang sering disebut dengan tujuan (goal) atau sasaran (objective).

2.1.2 Sistem Informasi

Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang diolah menjadi lebih berguna dan lebih bermanfaat bagi yang menggunakanya. Sumber suatu informasi adalah data. Data adalah kenyataan atau fakta yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian nyata adalah berupa suatu obyek nyata, seperti tempat, benda dan orang yang benar – benar ada dan terjadi.

Setiap informasi memiliki kadar kualitas informasi yang bergantung pada tiga hal yaitu keakuratan, ketepatan waktu, dan relevansinya. Akurat berarti sistem harus bebas dari kesalahan – kesalahan. Akurat juga berarti juga informasi harus mencerminkan maksudnya. Tepat waktu maksudnya informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Relevan berarti informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya.

Sistem Informasi adalah suatu sistem manusia – mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajeman, dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Sistem informasi bertujuan untuk menyediakan dan mensistematikan informasi yang merefleksikan seluruh kejadian atau kegiatan yang diperlukan untuk mengendalikan operasi – operasi organisasi. Sedangkan kegiatanya adalah mengambil, mengolah, menyimpan, dan menyampaikan informasi yang di butuhkan guna terjadinya komunikasi yang diperlukan untuk mengoperasikan seluruh aktifitas didalam organisasi.

2.1.3 Sistem Informasi Tanpa Berbasis Komputer dan SI Berbasis Komputer

2.1.3.1 Sistem Informasi Tanpa Berbasis Komputer

Konsep sistem informasi memang sudah hadir sebelum teknologi komputer berkembang pesat seperti saat ini. Dengan demikian, sistem informasi yang berkembang pertama kali adalah sistem informasi yang tidak berbasiskan ( mendapatkan dukungan ) komputer. Jumlah sistem informasi ini secara ilmiah makin hari makin meningkat sehingga tak terkendali. Dan, pada saat teknologi komputerpun, tidak semua sistem ini siap untuk diadaptasikan dengan sistem komputer. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti : jumlah informasi yang cukup banyak, dan yang terbatas, karakteristik sistem sangat sederhana ( kompleksitas sangat rendah ), potensi pengguna sistem informasi relatif tidak tinggi. Sitem informasi bersifat manual hingga semi otomatis dengan bantuan alat Bantu mekanik dan elektronik selain komputer beserta periperalnya, dengan tetap mempertahankan tenaga manusia, beserta sebab – sebab lainya.

Adapun ciri – cirinya sistem informasi ini adalah :

1. Data yang tersimpan pada media yang harus dapat dibaca oleh manusia.

2. Penelusuran data dilakukan oleh manusia, penelusuran kecepatan relative rendah ( orde menit hingga jam ) dan tidak dipentingkan.

3. Makin besar dan kompleks organisasinya, makin sulit memperoleh gambaran yang lengkap dengan cepat.

4. Kecepatan pengolahan data ditentukan oleh kecepatan petugas dalam menghitung, menyusun table dan laporan, dan menggandakan laporan.

5. Transmisi data dan informasi, sebagian besar memerlukan transportasi fisik dari media yang digunakan.

6. Secara keseluruhan, terdapat delay informasi yang cukup besar sebagai akibat dari keterbatasan penelusuran, pemrosesan, dan transmisi data.

2.1.3.2 Sistem Informasi dengan Berbasiskan Komputer

Subjek dengan dukungan komputer selalu mengalami kemajuan dan perubahan yang sangat cepat. Dua puluh tahun yang lalu, subjek inipun belum tentu ada apalagi banyak dibicarakan orang. Materi mengenai subjek inipun secara subtansial sudah berbeda sejak diperkenalkan untuk pertama kali hingga saat ini, dari tahun ketahun lebih maju dan bervariasi seiring dengan kemajuan teknologi komputer.

Mengenai sistem informasi berbasiskan komputer memang bukan hal yang baru pada saat ini. Sistem yang berbasiskan komputer ini memiliki ciri – ciri umum sebagai berikut :

1. Data tersimpan didalam media yang dapat dibaca oleh mesin, bersifat padat ( Compact ) dan lebih mudah dan cepat untuk ditelusuri ( orde detik hingga menit ).

2. Kumpulan data yang besar ini dapat disimpan didalam satu lokasi.

3. Kecepatan pengolahan data sangat tinggi ( orde detik, menit, hingga jam ) sangat dipentingkan.

4. Secara keseluruhan delay yang terdapat didalam aliran data dan informasi relatif kecil dan penulusuran, pemrosesan dan tranmisi dapat dilakukan dengan cepat.

5. Lokasi – lokasi pengembangan dan pengoperasian sistem yang tersebar memberikan kemudahan dalam memonitor dan mengkoordinasikan segala aktivitasnya.

2.1.4 Definisi Sistem informasi geografis

Sistem informasi geografis atau disingkat dengan SIG merupakan suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentranformasi, memanipulasi dan menganalisis data – data geografis. Data geografis yang dimaksud adalah data spasial yang terdiri atas lokasi eksplisit suatu geografi yang diset ke dalam bentuk koordinat ( raster, image ) yang ciri – cirinya adalah :

1. Memiliki geometric properties seperti koordinat dan lokasi.

2. Terkait dengan aspek ruang seperti persil, kota, kawasan pembangunan.

3. Berhubungan dengan semua fenomena yang terdapat di bumi, misalnya data, kejadian, gejala, dan objek.

4. Dipakai untuk maksud – maksud tertentu, misalnya analisis, pemantauhan ataupun pengelolaan.

Data attribut atau data spasial adalah gambaran data yang terdiri atas informasi yang relevan terhadap suatu lokasi, seperti kedalaman, ketinggian, lokasi penjualan, dan lain – lain yang bisa dihubungkan dengan lokasi tertentu dengan maksud untuk memberikan identifikasi, seperti alamat, jumlah penduduk, nama jalan dan sebagainya.

Pengertian informasi geografis adalah informasi mengenai tempat – tempat yang terletak di permukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana suatu obyek terletak di permukaan bumi dan informasi mengenai keterangan – keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya diketahui. Objek – objek dan fenomena – fenomena dimana lokasi geografis itu berada dan penting dianalisis demi pengambilan keputusan – keputusan atau demi kepentingan – kepentingan tertentu.

Pada dasarnya istilah sistem informasi geografis merupakan gabungan dari tiga unsur pokok : sistem, informasi, dan geografis. Jadi sistem informasi geografis adalah kumpulan dari sistem yang teroganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, dan data geografi yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi dan data yang bereferensi geografi. Oleh sebab itu dari definisi tersebut maka sistem informasi geografis memiliki kemampuan – kemampuan yaiu :

1. Memasukkan dan mengumpulkan data geografi ( spasial dan atribut ).

2. Mengintegrasikan data geografi ( spasial dan atribut ).

3. Memeriksa, mengupdate ( mengedit ), data geografi ( Spasial dan atribut ).

4. Menyimpan dan memanggil kembali data geografi ( spasial dan atribut ).

5. Mempresentasikan atau menampilkan data geografi ( spasial dan atribut ).

6. Mengelola data, memanipulasi data geografi ( spasial dan geografi ).

7. Menghasilkan keluaran ( output ) data geografi dalam bentuk – bentuk peta tematik, tabel, dan data atribut/tabular.

2.2 Komponen Sistem Informasi Geografis

Sistem informasi geografis terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut :

1. Perangkat keras ( hardware )

Sampai saat ini sistem informasi geografis tersedia dalam berbagai platform Perangkat keras mulai dari PC destop, workstations, hingga multi user yang dapat digunakan oleh banyak orang, berkemampuan tinggi. Perangkat keras SIG ini adalah perangkat – perangkat fisik yang merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis geografi dan pemetaan. Yang mampu menyajikan informasi dengan resolusi dan kecepatan yang tinggi serta mendukug operasi – operasi basis data dengan volume data yang besar secara cepat, perangkat ini terdiri dari :

a. Central Prosessing Unit ( CPU ), Yaitu perangkat yang mengendalikan seluruh operasi yang dilakukan oleh sistem komputer, CPU umumnya direpresentasikan dengan mikroprosessor, contoh intel Pentium I, II, III, IV semakin tinggi semakin baik.

b. Random Acces Memori ( RAM ), Yaitu perangkat yang berfungsi menyimpan data yang dimasukkan melalui input device, untuk sementara waktu dan menggelar program pada waktu running.dalam hal ini 128 MB, 258 MB, 512 MB lebih tinggi semakin cepat aksesnya.

c. Input device, yaitu perangkat – perangkat yang digunakan untuk memasukkan data, contohnya adalah keyboard, mouse, digitizer, scanner dan kamera digital.

d. Storage Device, yaitu perangkat yang berfungsi menyimpan data secara sementara maupun permanent, contohnya disket, CD-ROM ataupun harddisk.

e. Out device, yaitu perangkat yang berfungsi memvisualisasikan data dan informasi SIG, contohnya adalah layer monitor, printer, plotter.

f. Peripheral lainya, yaitu perangkat – perangkat seperti kabel – kabel jaringan, modem, kartu jaringan dan yang lainya.

2. Perangkat Lunak ( software )

a. Sistem operasi, yaitu program yang berfungsi mengatur semua sumber daya dan tata kerja komputer. Menyediakan fasilitas – fasilitas dasar yang dapat digunakan program aplikasi untuk menggunakan perangkat keras yang terpasang dalam komputer dan menyediakan interface yang memungkinkan pengguna mengatur setting ( ini nantinya akan dipakai oleh program aplikasi yang bekerja pada sistem operasi tersebut ) .misalnya windows 98, windows XP, dan lainya.

b. Sofware Aplikasi MapInfo Professional 7.0 dan MapBasic yaitu perangkat lunak untuk membuat digitasi pemetaan gambar ataupun obyek dengan database yang mendukung informasi peta. MapInfo professional 7.0 dan MapBasic sendiri digunakan untuk interface antara MapInfo ke Visual Basic ini perangkat lunak aplikasi untuk keperluan sistem informasi geografis yang sudah didesain spesialis untuk SIG dikembangkan oleh MapInfo Coorporation. Dan juga Visual Basic yang dipakai sebagai interface dengan user dalam sistem informasi geografis ini. Dan ada juga perangkat lunak sistem informasi geografis lainya seperti Arc/info, Arc View, vispro dan lain – lain.

3. Data dan Informasi

Sistem informasi geografis dapat mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan baik secara langsung mengimportnya dari perangkat – perangkat lain maupun secara langsung menscan data spasialnya dari peta dan memasukkan data atributnya dari tabel – tabel serta laporan dengan menggunakan keyboard.

Sarana terpenting dalam SIG adalah basis data yang terpadu. Tanpa penggunaan data secara bersama atau yang dikenal dengan istilah berbagi data (data sharing), maka penyajian hasil analisis yang optimal tidak akan terjamin. Penggunaan peta dasar yang sama ( mempunyai georefensi sama ) akan menjadikan data spasial dan informasi dapat disimpan dalam format yang sama, sehingga mudah digunakan dalam analisis pemecahan dan pengambilan keputusan.

4. Manajemen

Sistem informasi geografis akan berhasil dengan baik bila dikerjakan oleh orang – orang yang memiliki keahlian yang baik, dalam hal ini mengorganisasikan data spasial maupun atribut kedalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa sehingga data spasial mudah dicari, di update dan diedit untuk menghasilkan informasi yang diharapkan. Misalnya dilakukan oleh seorang programmer.

5. Pengguna, dalam hal ini adalah kalangan LBH MIGAS karena suatu proyek SIG akan berhasil jika aplikasi ini dipakai dan orang yang terlibat merupakan orang yang telah mendapatkan training dan mengerti operator penggunaan pada semua tingkatan aplikasi SIG ini.

2.3 Kemampuan MapInfo Professional 7.0 dan MapBasic

Secara umum kemampuan MapInfo professional sebagai berikut :

1. Sebagai software pengolah data spasial yang banyak digunakan dalam analisis sistem informasi geografis.

2. Pengolah data spasial terpadu dengan data tabel.

3. Dapat membuat, menampilkan, serta mengadakan perubahan terhadap data spasial atau peta.

4. MapInfo bersifat fleksibel dalam menampilkan dan perubahan data yang antara lain :

- Pembukaan banyak table dalam waktu yang bersamaan.

- Pengendalian property layer secara individual.

- Mampu membuat dan memodifikasi peta – peta tematik yang ada.

- Pencarian informasi terkait dengan data spasial.

- Sistem kendali proyeksi peta.

2.4 Kemampuan visual basic 6.0

- Untuk membuat program aplikasi yang berbasiskan windows.

- Untuk membuat objek – objek pembantu program seperti control activeX, file help, aplikasi internet, dan sebagainya.

- Untuk menguji program ( debugging ) dan menghasilkan program akhir berextension EXE yang bersifat Executable, artinya dapat secara langsung dijalankan.

- Menggunakan developer studio, yang dapat bermigrasi keemrograman lainya.

- Memiliki kompailer yang menghasilkan executable yang lebih cepat dan efisien dari sebelumnya.

- Sarana akses data yang cepat dan handal untuk membuat aplikasi basis data yang berkemampuan tinggi.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

template nya ska item biar mantep

lea mengatakan...

tanks buat anak2 hutan

bocahbancar mengatakan...

Wah lengkap banget nich....

Terima kasih atas ilmunya....